CGTN: BRICS Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Global South

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 13 September 2026 - 23:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CGTN menerbitkan artikel yang mengulas empat inisiatif global Tiongkok berpadu dengan kerja sama BRICS untuk membuka peluang baru bagi pembangunan Global South. Artikel ini menyoroti peran berbagai inisiatif tersebut dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif sekaligus memperkuat posisi Global South dalam percaturan global.

BEIJING, 14 September 2026 /PRNewswire/ — Pembangkit listrik tenaga surya menghadirkan energi bersih bagi masyarakat di wilayah terpencil. Platform industri digital membantu pelaku usaha menjalankan bisnis lintasnegara. Sementara itu, usulan pembentukan bursa perdagangan biji-bijian di tingkat BRICS dapat memperkuat ketahanan pangan global. Di bidang tata kelola kecerdasan artifisial (AI), negara-negara berkembang menyuarakan kepentingan bersama guna menentukan arah tata kelola teknologi tersebut.

Berbagai perkembangan tersebut bukanlah kisah sukses yang berdiri sendiri. Jika dilihat secara keseluruhan, semuanya mencerminkan manfaat nyata kerja sama BRICS bagi Global South, serta bagaimana empat inisiatif global utama Tiongkok terwujud melalui langkah-langkah konkret.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah dua dekade berdiri, peran BRICS semakin meluas. Presiden Tiongkok Xi Jinping akan menghadiri KTT BRICS Ke-18 di New Delhi pada 12–13 September atas undangan Perdana Menteri India Narendra Modi. Dengan tema "Building Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability", KTT ini berlangsung pada momentum penting ketika negara-negara Global South tengah mencari pola pembangunan yang lebih tangguh, inklusif, dan mandiri.

Stefan Ossenkoepper, peneliti di Schiller Institute, Jerman, mengatakan, filosofi BRICS sangat selaras dengan empat inisiatif global yang digagas Xi. Menurut dia, keduanya dapat menjadi kekuatan kolektif untuk mendorong pembangunan yang saling menguntungkan.

Menempatkan Pembangunan sebagai Prioritas

Pembangunan telah menjadi inti kerja sama BRICS sejak organisasi ini berdiri.

New Development Bank (NDB) yang pembentukannya turut didorong Xi, telah menyetujui 139 proyek dengan total nilai sekitar US$43 miliar hingga akhir 2025. Proyek-proyek tersebut mencakup energi terbarukan, infrastruktur transportasi, perumahan terjangkau, dan penyediaan air bersih yang turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara-negara berkembang.

BRICS Industrial Capacity China Center juga menyediakan platform bagi kerja sama industri, transfer teknologi, serta mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara.

Siti Mutiah Setiawati, akademisi asal Indonesia, mengatakan Global Development Initiative (GDI) dan BRICS dalam lima tahun terakhir semakin memperkuat satu sama lain. Keduanya turut menempatkan agenda pembangunan dalam posisi yang lebih tinggi dalam agenda internasional dan mengubah aspirasi bersama menjadi hasil konkret bagi negara-negara berkembang dan pasar negara berkembang.

Menghadapi Risiko Bersama

Bagi Global South, pembangunan dan keamanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Di tengah tantangan yang semakin kompleks, mulai dari energi dan ketahanan pangan hingga perubahan iklim, BRICS tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, namun juga memperkuat kerja sama untuk menghadapi berbagai risiko yang dihadapi bersama.

Dalam Pertemuan Menteri Pertanian BRICS pada Juni 2026, negara-negara anggota membahas ketahanan pangan, perdagangan produk pertanian, pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, serta inovasi. Negara-negara BRICS menguasai sekitar 42% lahan pertanian dan produksi biji-bijian dunia. Dalam konteks ini, usulan pembentukan BRICS Grain Exchange berpotensi menstabilkan rantai pasok pangan global.

Pendekatan kolaboratif tersebut sejalan dengan semangat Global Security Initiative yang mengedepankan keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan. Stabilitas yang sesungguhnya, pada akhirnya, harus mampu menjaga fondasi yang menopang pembangunan.

Memprioritaskan Masyarakat

Di balik angka-angka ekonomi dan proyek berskala besar, kerja sama BRICS pada dasarnya juga berorientasi pada masyarakat.

BRICS telah membangun kerangka kerja antarpemerintah yang kuat di bidang kebudayaan, dengan berbagai platform yang mencakup perfilman, pendidikan, olahraga, media, serta pertukaran pemuda. Berbagai program tersebut turut menjembatani perbedaan budaya sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk saling belajar dan memahami.

Pendekatan ini mencerminkan Global Civilization Initiative yang mengedepankan penghormatan terhadap keberagaman peradaban dan pembelajaran timbal balik, serta membangun ikatan yang lebih kuat dan berkelanjutan antarmasyarakat.

Memperkuat Aspirasi Global South

BRICS juga memberi ruang bagi negara-negara berkembang agar tidak hanya menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi, melainkan turut membentuk tata kelola global dan aturan mengenai teknologi mutakhir.

Dalam Pernyataan BRICS tentang Tata Kelola AI 2025, negara-negara anggota menyerukan ekosistem digital yang inklusif. Langkah ini mendorong negara-negara berkembang untuk beralih dari sekadar pengguna teknologi menjadi pihak yang ikut menentukan aturan dan arah perkembangannya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan Global Governance Initiative (GGI) yang digagas Tiongkok, dengan prinsip kesetaraan kedaulatan, multilateralisme, dan tatanan internasional yang lebih adil. B. R. Deepak, Profesor di Jawaharlal Nehru University, mengatakan, kerangka GGI dapat menjadi pijakan penting bagi upaya BRICS untuk mereformasi tata kelola global dan memperkuat sistem yang berpusat pada PBB agar lebih representatif dan adil.

Ketika para pemimpin negara berkumpul di New Delhi untuk menghadiri KTT BRICS Ke-18, BRICS terus memperdalam kerja sama di berbagai bidang. Dalam kerangka empat inisiatif global Tiongkok, kerja sama tersebut membuka peluang baru bagi Global South, serta mendorong terwujudnya masa depan yang lebih adil, inklusif, dan dapat dinikmati bersama.

https://news.cgtn.com/news/2026-09-11/How-BRICS-creates-new-opportunities-for-Global-South-development-1Qm07pN10U8/p.html

Berita Terkait

Aitech Memperkenalkan Komputer Single Board C165 Baru untuk Mendukung Pembangunan dan Modernisasi Sistem VME yang Digunakan dalam Program Pertahanan
Rangkaian Acara Pendukung Automechanika Jakarta Hadir dengan Pengalaman Interaktif, Memperkuat Kolaborasi Industri Otomotif Indonesia
Singapura Jadi Tuan Rumah 29th Asian Shared Services & Outsourcing Week 2026 pada Oktober Mendatang
Shanghai Electric Raih Pesanan Turbin Gas “Heavy-Duty” Pertama di Luar Negeri untuk Proyek 500 MW di Malaysia
Philippine Seven Corporation Memilih RELEX untuk Meningkatkan Akurasi Prakiraan
Pertumbuhan AI Malaysia Harus Ramah Lingkungan, Cerdas, dan Berorientasi pada Penerapan Nyata – Fahmi
Zettabyte dan Raku Advanced Tech Menandatangani MOU untuk Pengembangan Pusat Data AI Ramah Lingkungan di Asia
ISB Rayakan 25 Tahun dengan Beasiswa 100% bagi Calon Peserta PGP Internasional

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 07:05

Aitech Memperkenalkan Komputer Single Board C165 Baru untuk Mendukung Pembangunan dan Modernisasi Sistem VME yang Digunakan dalam Program Pertahanan

Senin, 14 September 2026 - 02:51

Rangkaian Acara Pendukung Automechanika Jakarta Hadir dengan Pengalaman Interaktif, Memperkuat Kolaborasi Industri Otomotif Indonesia

Senin, 14 September 2026 - 01:15

Singapura Jadi Tuan Rumah 29th Asian Shared Services & Outsourcing Week 2026 pada Oktober Mendatang

Senin, 14 September 2026 - 00:00

Philippine Seven Corporation Memilih RELEX untuk Meningkatkan Akurasi Prakiraan

Minggu, 13 September 2026 - 23:26

CGTN: BRICS Buka Peluang Baru bagi Pembangunan Global South

Berita Terbaru